Monday, 7 September 2020

Ringkasan Materi Tema 2 Subtema 1 Rukun dalam Perbedaan

BUKU PANDUAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH SD KELAS 6
Tema 2 Persatuan dalam Perbedaan 
Subtema 1 Rukun dalam Perbedaan



(Tugas Luring Tanggal 03-09-2020 s.d 09-09-2020)
Dikumpulkan tanggal 10 September 2020

Nama Siswa   : ………………………………..

Kelas     : VI (Enam)

Sekolah     : SDN KERTASARI 01


Buku ini dikumpulkan lagi ke guru kelas sebagai bahan penilaian
Dan untuk siswa yang memiliki Buku Paket Tema 2 tetap diisi di buku temanya sebagai bahan belajar siswa



Tema 1: Persatuan dalam Perbedaan
Subtema 1: Rukun dalam Perbedaan


Pembelajaran 1 (Hari Pertama)

Proklamasi Kemerdekaan menjadi tonggak sejarah bagi per juangan bangsa Indonesia. Meskipun  terdiri atas suku yang berbeda, rakyat Indonesia bersatu dalam memproklamirkan kemerdekaan negara Indonesia.

Setiap tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia selalu mendengar petugas upacara membacakan teks proklamasi. Sebagian rakyat juga bisa mendengarnya dari radio atau dari  tempat lain.

Teks proklamasi yang  dibacakan memiliki sejarah bagi bangsa Indonesia. Teks tersebut adalah teks Proklamasi Kemerdekaan Negara Indonesia.


Ayo Membaca

Amatilah tulisan naskah Proklamasi Asli berikut!



Bacalah teks berikut dalam hati!

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Proklamasi Kemerdekaan yang dilakukan tanggal 17 Agustus 1945 menjadi peristiwa penting bagi bangsa  Indonesia. Peristiwa tersebut  menjadi tonggak sejarah dimana bangsa  Indonesia berhak atas  kemerdekaan dan  wajib mempertahankannya.  Diawali dengan  dijatuhkannya  bom atom oleh  tentara  Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945 di kota Hiroshima dan pada tanggal 9  Agustus 1945  di  kota Nagasaki, Jepang akhirnya menyerah kepada tentara  Sekutu. Peristiwa ini  dijadikan kesempatan oleh  bangsa Indonesia untuk segera membebaskan diri dari penjajahan bangsa Jepang.

Teks  proklamasi ditulis di  rumah Laksamana Tadashi Maeda, Jl. Imam Bonjol No. 1. Para penyusun teks proklamasi adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Achmad Soebardjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh  Ir. Soekarno. Saat itu hadir pula  B.M Diah, Sayuti Melik, Sukarni, dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar  yang   menandatangani  teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh.  Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks proklamasi diketik oleh  Sayuti Melik.

Pagi   harinya, 17  Agustus 1945,  di  kediaman  Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56 telah hadir, antara lain, Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani, dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul  10.00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa  teks. Kemudian bendera Merah Putih yang  telah dijahit oleh  Ibu  Fatmawati, dikibarkan.

Berdasarkan teks tersebut, isilah peta pikiran berikut!


Diskusikan peta pikiranmu dengan temanmu!

Kamu dapat mengembangkan informasi pada peta pikiran tersebut dalam bentuk tulisan dengan menggunakan kata-katamu sendiri.



Bagaimana bunga teratai beradaptasi dengan lingkungannya? Diskusikan pendapatmu secara berkelompok.

  • Kamu   dan kelompokmu akan berpetualang di  lingkungan sekolah. Guru telah menyiapkan beberapa pos.  Pada setiap pos  sudah tersedia berbagai jenis tumbuhan.
  • Tugas  kelompokmu adalah  mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang ciri tumbuhan dan habitatnya, mencatatnya, dan mendiskusikannya dalam kelompok.
  • Pilih satu tanaman, lalu temukan ciri-ciri dan cara beradaptasinya. Tuliskan informasi yang  kamu dapatkan pada peta pikiran berikut!




Tema 1: Persatuan dalam Perbedaan
Subtema 1: Rukun dalam Perbedaan


Pembelajaran 2 (Hari Kedua)

Pelangi  indah karena warna yang berbeda- beda. Hidup berbangsa dan bertanah air indah jika kita hidup rukun walaupun berbeda-beda.

Ayo Mengamati

Amati gambar tentang masyarakat yang hidup rukun dalam perbedaan berikut!

Bacalah teks berikut!

Perbedaan yang  Menguatkan

Kampung Cempaka adalah sebuah kampung transmigran. Warganya berasal dari berbagai daerah padat di Pulau Jawa. Hal itu menjadikan mereka berbeda suku maupun agama.

Di Kampung Cempaka, hiduplah lima orang sahabat. Ada Asnah yang berdarah Sunda, Utami dari Banyuwangi, Toni, seorang anak etnis Tionghoa yang sebelumnya tinggal di Semarang, Wande dari suku Tengger di Jawa 

Timur, dan Marta, anak seorang pendeta yang dahulu tinggal di Solo. Di  Kampung Cempaka, rumah mereka bersebelahan dan mereka pergi ke  sekolah yang sama. Itu sebabnya mereka sangat akrab. Mereka suka bermain bersama dan sering menghabiskan waktu di rumah satu sama lain.

Meskipun berbeda suku, kebersamaan begitu kental terlihat dalam keseharian mereka. Bersama anak-anak lain di Kampung Cempaka, mereka setiap akhir minggu berkumpul di balai utama kampung. Biasanya, selain berolahraga  bersama,  mereka  juga kerap berkeliling ke rumah warga, membantu melakukan apa saja yang dibutuhkan warga.

Kadang-kadang mereka membantu warga lanjut usia, sekadar membereskan rumah atau menyiapkan makanan. Sesekali mereka juga membantu orang tua yang  sedang bekerja bakti membersihkan lingkungan.

Dari Toni, mereka belajar menari Barongsai. Lalu mereka ajarkan tarian itu kepada anak-anak sekampung. Sementara itu, setiap tiba saat panen, Wande dan keluarganya akan sibuk memimpin warga membuat Tumpeng Gede, yaitu nasi khas dari daerah Tengger yang dibuat untuk mensyukuri berkah Tuhan dalam wujud panen raya.

Sikap toleransi yang ditunjukkan kelima sahabat itu memang sekadar berupa hal-hal kecil. Hal kecil dalam keseharian itulah yang mencerminkan kehidupan Bhinneka Tunggal Ika di Kampung Cempaka yang kaya akan perbedaan. Mereka hidup damai berdampingan dan tulus saling menjaga.



Tema 1: Persatuan dalam Perbedaan
Subtema 1: Rukun dalam Perbedaan


Pembelajaran 3 (Hari Ketiga)

Hidup rukun merupakan impian setiap warga negara. Rukun dalam perbedaan akan memberikan kedamaian dan ketenteraman.

Ayo Mencoba

Hari  ini  kamu akan bermain di  luar.  Permainan ini  disebut dengan ‘Talikan Pitanya!’

Perhatikan cara bermainnya!

Talikan Pitanya!

  • Bagilah siswa menjadi 5 atau 6 kelompok.
  • Masing-masing kelompok menempati lapangan dan berdiri di area yang telah ditentukan.
  • Secara bergantian, setiap anggota kelompok harus membawa pita dan menalikannya pada patok kayu  di ujung lapangan.
  • Saat peluit ditiup, setiap anggota di baris depan berjalan cepat membawa pita ke arah patok kayu  di ujung lapangan.
  • Anggota yang  berada di depan bersiap-siap untuk berjalan.
  • Anggota yang   berjalan kembali ke  arah barisan langsung menempati tempat di belakang barisan.
  • Permainan berlangsung sekitar 15 menit.
  • Kelompok yang  menang adalah mereka yang  berhasil menalikan semua


Ayo Mengamati

Pagi  ini  Udin  dan teman-temannya sedang bekerja sama untuk mengumpulkan informasi tentang  tanaman  dan  habitatnya.  Mereka berdiskusi dan  mencatat  semua  hasil pengamatan.  Meskipun mereka berasal dari  latar belakang yang  berbeda, namun perbedaan tidak menghalangi mereka untuk belajar bersama.

Untuk melengkapi informasi, mereka pergi ke perpustakaan umum dan menemukan informasi tentang tumbuhan dan habitatnya.

Berikut adalah informasi yang  berhasil mereka peroleh

Pohon bambu mempunyai ciri khusus, yaitu mempunyai bulu-bulu halus yang tajam. Bulu yang tajam terdapat pada batang. Bulu tersebut melekat kuat dan dapat menyebabkan gatal.

Tumbuhan beradaptasi untuk mempertahankan hidupnya. Adaptasi adalah ciri-ciri khusus yang dimiliki tanaman atau  tumbuhan untuk hidup pada tempat atau daerah tertentu.


Ayo Membaca

Bacalah teks berikut dalam hati!

Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo lahir di Karawang, Jawa Barat, 23 Maret 1896 dan wafat 15 Desember 1978 pada umur 82 tahun. Beliau adalah Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Achmad Soebardjo merupakan salah seorang tokoh dari golongan tua yang berperan dalam mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Achmad Soebardjo ikut menyusun konsteks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi bersama Bung Karno dan Bung Hatta.

Laksamana Tadashi Maeda adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Beliau membantu persiapan konsep teks Proklamasi Kemerdekaan dengan mempersilakan rumahnya digunakan untuk kegiatan yang sangat penting. Di rumahnya berkumpul para tokoh bangsa yang berjasa besar. Walaupun beliau orang Jepang, beliau rela membantu Indonesia karena simpati terhadap rakyat Indonesia.

Sukarni lahir di Blitar, Jawa Timur, 14 Juli 1916. Beliau wafat di Jakarta, 7 Mei 1971 pada usia 54 tahun. Nama lengkapnya adalah Sukarni Kartodiwirjo. Sukarni adalah salah seorang tokoh pemuda dan pejuang yang gigih melawan penjajah. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi adalah Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Fatmawati yang bernama asli Fatimah, lahir di Bengkulu pada tahun 1923 dan meninggal dunia di Jakarta pada tahun 1980. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta. Fatmawati menjahit bendera pusaka sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

Teks Proklamasi Kemerdekaan diketik oleh Sayuti Melik. Sayuti Melik  adalah tokoh pemuda yang  juga sangat berperan dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sayuti Melik  mengetik naskah proklamasi setelah ia sempurnakan dari  tulisan tangan Bung  Karno



Tema 1: Persatuan dalam Perbedaan
Subtema 1: Rukun dalam Perbedaan

Pembelajaran 4 (Hari Keempat)

Menjaga kerukunan di lingkungan tempat tinggal kita merupakan tugas setiap warga.

Ayo Membaca

Persatuan sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Segala perbedaan yang ada dikesampingkan untuk kepentingan bersama. Terkadang perbedaan yang dimiliki oleh  suatu kelompok dapat memperkaya keputusan yang  diambil.

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, terdapat beberapa peristiwa penting yang  perlu kita  ketahui, di antaranya sebagai berikut.

Tanggal 9 Agustus 1945, Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat  pergi ke Dalat, Saigon untuk bertemu dengan Marsekal Terauchi,  Panglima Besar Tentara Jepang di Asia Tenggara. Panglima tersebut menyampaikan informasi kepada pemerintah Indonesia bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.

Saat itu tentara Jepang sedang terdesak oleh tentara sekutu. Beberapa wilayah Jepang dijatuhi bom oleh tentara musuh. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia, Jepang memutuskan untuk menghadiahkan kemerdekaan.

Pertemuan antara Panglima Jepang dan Pemerintah Indonesia memicu pertentangan di  dalam negeri. Terjadilah  perbedaan pendapat antara tokoh golongan tua dan golongan muda. Golongan muda tidak ingin kemerdekaan Indonesia diatur oleh Jepang. Mereka menginginkan proses kemerdekaan Indonesia disiapkan oleh  bangsa Indonesia tanpa ada campur tangan asing.

Berdasarkan bacaan tersebut, tulislah informasi penting pada peta pikiran berikut!



Diskusikanlah peta pikiranmu dengan teman di kelompokmu!

Kembangkan informasi pada peta pikiran menggunakan kalimatmu sendiri. Serahkanlah hasil pekerjaanmu kepada gurumu.

Apakah kamu telah menerapkan nilai-nilai kerukunan terkait persatuan dan kesatuan dalam kehidupanmu sehari-hari? Jelaskan dan beri 3 contoh kegiatan dan perbedaan yang  ada!

Apa manfaat yang kamu peroleh dari nilai-nilai tersebut? Tulislah 3 manfaat yang kamu rasakan!

Ayo Renungkan

Setelah belajar hari ini, tulislah beberapa hal  berikut!
• Sikap  yang  mana yang  sesuai dengan nilai  persatuan?
• Sikap  baik  apa yang  kamu pelajari dari  temanmu terkait nilai  persatuan?

Kerja Sama dengan Orang Tua

Perhatikan lingkunganmu! Adakah contoh-contoh sikap yang  sesuai dengan nilai  persatuan?
Sampaikan dan jelaskan kepada guru dan temanmu!


Tema 1: Persatuan dalam Perbedaan
Subtema 1: Rukun dalam Perbedaan

Pembelajaran 5 (Hari Kelima)

Cinta budaya sendiri merupakan wujud dari penerapan makna Proklamasi Kemerdekaan.

Bagaimana kamu memaknainya?

Ayo Menulis

Bacalah teks berikut dalam hati!

Edo, Lani, Siti, Udin, Dayu, dan Beni berencana mengikuti festival budaya. Saat ini mereka sedang berdiskusi untuk menentukan budaya yang akan mereka usung. Edo dan teman-temannya sangat antusias mengikuti festival ini. Mereka ingin memperkenalkan seni dan budaya suku-suku yang ada di Indonesia. Menentukan kebudayaan mana yang  akan dipilih tidak mudah. Semua budaya yang  dimiliki Indonesia sangat beragam dan menarik.

Akhirnya Edo dan teman-temannya memutuskan untuk memperkenalkan permainan Rangku Alu. Permainan Rangku Alu berasal dari  Nusa Tenggara Timur. Dalam masyarakat Manggarai, Rangku Alu dilakukan untuk merayakan hasil panen perkebunan dan tani.

Edo dan teman-temannya sangat bangga dengan kebudayaan Indonesia.

Ayo Berkreasi

Cinta terhadap seni Indonesia merupakan perwujudan dari makna Proklamasi Kemerdekaan. Dalam mewujudkannya, kamu membutuhkan kerja sama dengan orang lain.

Indonesia memiliki ragam tarian yang sangat indah. Keragaman tersebut menambah kekayaan Indonesia yang luar biasa.

Kamu sudah belajar tentang pola lantai tarian daerah dan mempraktikkannya. Amatilah gambar berikut dan gambarlah pola  lantainya!

Ayo Menulis

Kamu  sudah belajar tentang pentingnya hidup rukun dalam persatuan.

Tulislah tiga contoh wujud persatuan dan buatlah rencana untuk mewujudkannya dalam kegiatan di kelasmu! Tulis juga manfaatnya!


Ayo Renungkan

• Apa yang  telah kamu pelajari hari ini?
• Bagaimana manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari?

Kerja Sama dengan Orang Tua

Diskusikan bersama orang tuamu di rumah tentang pentingnya hidup rukun dengan teman! Sampaikan hasilnya kepada guru!


Tema 1: Persatuan dalam Perbedaan
Subtema 1: Rukun dalam Perbedaan

Pembelajaran 6 (Hari Keenam)

Kapan dan di mana kita harus menerapkan hidup rukun dalam perbedaan?
Bisakah kita menerapkannya saat berolahraga?

Ayo Membaca

Menjadi PETUGAS pengibar bendera tidaklah MUDAH. TUGAS terSEBUT adalah TUGAS  tim yang terdiri dari beberapa orang dan MEMBUTUHKAN kerja sama  yang baik. Setiap anggota harUS memahami anggota lain sehingga UPACARa dapat berjalan dengan khidmat.

Menjadi PETUGAS pengibar bendera sangatlah MULIA. Bacalah teks berIKUT dalam hati!

ABDUL Latif Hendraningrat adalah salah sATU pengibar bendera pada 17 AGUSTUS  1945  di  Pegangsaan TIMUR, Jakarta. Ia  adalah LULUSan Sekolah Tinggi HUKUM. Saat menjadi mahasiswa, ia mengajar Bahasa Inggris di beberapa sekolah menengah swasta, seperti yang dikelola oleh MUHAMMADIYAH dan PERGURUAN rakyat. Ia JUGA DITUGASKAN ke New York UNTUK memimpin rombongan tari.

ABDUL Latif Hendraningrat pernah menjadi PASUKAN Pembela Tanah Air (PETA) dan IKUT dalam berbagai perTEMPURan. Ia pernah menjabat komandan komando  kota  ketika  Belanda  menyerBU  Yogyakarta (1948).

KEMUDIAN ia DITUNJUK sebagai atase militer RI UNTUK Filipina (1952), LALU dipindahkan ke Washington hingga TAHUN 1956.


Ulangan Harian Tema 2 Subtema 1 Rukun dalam Perbedaan

No comments:

Post a Comment

SHOLAWAT VERSI SUNDA

SHOLAWAT KAJUNGJUNGAN Sholawat kajungjunan, ieu teh kaunggulan Kasaban kaagungan, eta anu ngungkulan 3X Wajib ka sadayana, terang kaunggulan...